Beranda KOTA PEKALONGAN Seorang Marbot Musala di Pekalongan Disiram Air Keras Orang Misterius

Seorang Marbot Musala di Pekalongan Disiram Air Keras Orang Misterius

250
0
LUKA BAKAR : Korban mengalami luka bakar akibat disiram air keras oleh orang misterius. Foto : (mediapekalongan.com/dok)

PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Seorang marbot Musala Baiturrohman, Desa Samborejo, Tirto, Kabupaten Pekalongan disiram dengan air keras oleh orang misterius. Penyiraman cairan asam perusak itu dilakuan pada saat korban hendak berangkat ke musala untuk Salat Subuh, Selasa (6/11) pagi. Akibat insiden dimaksud, korban mengalami luka bakar di bagian tangan kanannya.

Hartoyo menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi ketika dirinya baru keluar dari rumahnya, dan hendak menuju ke musala. Namun demikian, tak disangka tiba-tiba ada seseorang yang menyiramkan cairan yang mengenaik tubuhnya, yang belakangan cairan dimaksud merupakan air keras.

Jelang Pilwalkot Pekalongan, Walikota Aaf Ambil Formulir Pendaftaran ke PKB

“Saya terkejut, pelaku langsung menyiramkan cairan ke arah tubuh. Begitu disiram, rasanya panas seperti terbakar,” tutur Hartoyo, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang jahit konveksi itu. Dirinya menambahkan, saat disiram air keras sempat mau memberikan perlawanan, akan tetapi orang misterius itu yang menggunakan penutup wajah saat beraksi, justru mengambil batu sehingga reflek dirinya lari sambil meminta pertolongan warga.

“Penyerangan berlangsung cepat dan teriakan permintaan tolong pun tidak terdengar oleh tetangga karena hari masih sangat pagi sekitar pukul 03.30 Wib, sehingga susana masih sepi belum ada warga yang keluar rumah,” tuturnya.

https://mediapekalongan.com/ika-uin-gus-dur-resmi-dilantik-fokus-pemberdayaan-potensi-alumni/

Adapun bagian tubuh yang terkena siraman air keras seperti lengan kanan yang hampir seluruhnya melepuh, kemudian bagian perut, belakang paha dan beberapa percikan efek air keras juga menyebar di kedua kaki bagian bawah.

Alhamdulillah, siraman air keras tidak mengenai wajah maupun alat vital karena serangan dilakukan dari arah belakang,” imbuhnya.

Hartoyo sendiri mengaku selama ini tidak memiliki musuh maupun masalah dengan siapapun karena kegiatan sehari-hari yang dilakukannya hanya menjahit orderan dari juragan di rumah dan ibadah di musala di dekat rumahnya. Saat ini dirinya mendapatkan perawatan jalan dari rumah sakit atas luka bakarnya tersebut.

https://mediapekalongan.com/sambut-ramadan-wom-finance-sapa-masyarakat-dhuafa/

Kemudian dirinya juga tidak mengenali orang yang menyerangnya akan tetapi dilihat dari ciri-ciri masih muda, tinggi dengan pakaian jaket gelap di mana tudung jaket menutup kepala ditambah penutup wajah dan mengenakan celana jins.

“Saya heran orang ini mengetahui persis kebiasaan saya datang lebih awal ke musala dan sepertinya dengan sabar menunggu di jam sepagi itu. Saya baru berjalan 10 meteran dari rumah langsung disiram, lalu motifnya apa juga tidak diketahui,” jelasnya.

https://mediapekalongan.com/calon-perseorangan-pilkada-kota-pekalongan-wajib-kantongi-23-063-dukungan-ktp/

Untuk sementara ia masih khawatir dan trauma keluar rumah dan memilih fokus menyembuhkan luka bakar apalagi saat ini kasus yang menimpanya itu juga sudah ditangani oleh pihak kepolisian. Hartoyo sendiri dalam tiap harinya diketahui rajin mengumandangkan azan subuh di musala dekat rumahnya.

Artikulli paraprakBlusukan ke Pasar Patiunus, Relawan Mas Dar Kota Pekalongan Disambut Antusias Pedagang
Artikulli tjetërPelaku Penyiraman Air Keras di Pekalongan Masih Misterius, Polisi Terus Selidiki

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini