Beranda PEMKOT PEKALONGAN Masyarakat Diajak Stop Boros Pangan, Tekan Timbulan Sampah Organik

Masyarakat Diajak Stop Boros Pangan, Tekan Timbulan Sampah Organik

154
0
Foto : (mediapekalongan.com/dok)
PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dinperpa) Kota Pekalongan secara masif mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi pangan. Dinperpa menekankan pentingnya mengurangi perilaku boros pangan agar tidak semakin menambah timbunan sampah organik.
Kepala Dinperpa, Lili Sulistyawati saat ditemui di gedung Diklat, menyampaikan bahwa fenomena boros pangan masih sering terjadi di tengah masyarakat, terutama karena pola belanja yang berlebihan dan konsumsi yang tidak terkontrol. Hal tersebut menjadi salah satu penyumbang utama tingginya volume sampah.
“Kami selalu memberikan pemahaman sosialisasi terkait dengan stop boros pangan. Maksudnya adalah masyarakat harus mengonsumsi pangan sesuai kebutuhan, jangan sampai menggunakan bahan pangan yang berlebih sehingga menghasilkan sampah pangan atau organik,” jelasn Lili Sulistyawati, Kamis 18 September 2025.
Ia menyebutkan, ,sekitar 60 persen dari total sampah yang ada merupakan sampah organik. Jenis sampah ini sebagian besar berasal dari sisa makanan, baik yang sudah dikonsumsi maupun sisa bahan pangan yang belum sempat diolah.
Lili menambahkan, kebiasaan rumah tangga dalam berbelanja sering kali menjadi salah satu pemicu utama. Misalnya, ibu rumah tangga yang membeli bahan pangan dalam jumlah banyak di pasar, sementara kapasitas penyimpanan di rumah terbatas. Alhasil, sebagian bahan pangan yang tidak segera dimasak akhirnya membusuk dan menjadi sampah.
“Mungkin ibu-ibu kalau di pasar belanjanya banyak, sementara penyimpanan terbatas. Akhirnya banyak bahan pangan yang belum dimasak sehingga menjadi sampah. Untuk itu kami harapkan masyarakat lebih hemat, mengonsumsi pangan sesuai kebutuhan, tidak berlebihan sehingga mengurangi pangan yang dibuang,” lanjutnya.
Selain menimbulkan pemborosan, sampah organik dalam jumlah besar juga memberi dampak serius terhadap lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut dapat menimbulkan bau, menjadi sumber penyakit, serta memperberat beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Pihaknya mendorong masyarakat untuk mulai menerapkan pola konsumsi yang bijak, dengan membeli bahan pangan secukupnya sesuai kebutuhan harian, menyimpan bahan pangan dengan baik agar lebih tahan lama, mengolah sisa makanan menjadi produk lain yang bermanfaat, misalnya kompos atau pakan ternak.
Dengan langkah sederhana tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat akan meningkat sehingga mampu menekan jumlah sampah organik secara signifikan.
“Mari bersama-sama kita hentikan kebiasaan boros pangan. Selain membantu menjaga lingkungan, ini juga menjadi bentuk tanggung jawab kita terhadap ketersediaan pangan dan keberlanjutan hidup di masa depan,” tutupnya.
Artikulli paraprakTerapkan Pengelolaan Sampah Kreatif, Dorong Efisiensi dan Kreativitas Siswa
Artikulli tjetërSKB Kota Pekalongan Dirikan Rumah Botol, Pisahkan Sampah Anrorganik dan Organik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini