Beranda KAJEN Gaungkan Pancasila, ISNU Pekalongan Soroti Nilai Ketuhanan dan Moderasi Beragama

Gaungkan Pancasila, ISNU Pekalongan Soroti Nilai Ketuhanan dan Moderasi Beragama

174
0
MENDAPATKAN PLAKAT: Ketua PC ISNU Kab. Pekalongan mendapatkan plakat dari pihak BPIP RI. Foto : (mediapekalongan.com/dok)

PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Semangat untuk mengakarbumikan nilai-nilai Pancasila terus digaungkan oleh berbagai pihak. Salah satunya melalui Seminar Nasional Pancasila yang bertema “Aktualisasi Nilai Ketuhanan dalam Kebangsaan: Menjaga Moderasi Beragama di Indonesia” di Gedung Student Center UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, pada Rabu (18/6/2025).

Acara besar ini merupakan hasil kolaborasi antara Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Pekalongan dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia sebagai sponsor utama. Sekitar 500 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, akademisi, tokoh agama, pengurus ormas, hingga masyarakat umum, memadati aula. Antusiasme ini menunjukkan tingginya kesadaran generasi muda dalam memperkokoh ideologi Pancasila.

Membumikan Pancasila sebagai Fondasi Bangsa

Ketua PC ISNU Kabupaten Pekalongan, Dr. Moh. Nasrudin, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa seminar ini bertujuan untuk menanamkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila agar semakin dipahami, diinternalisasi, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami ingin moderasi beragama menjadi pondasi yang kokoh bagi keutuhan bangsa di tengah tantangan global dan derasnya arus informasi digital,” ujar Nasrudin di hadapan ratusan peserta. Ia menambahkan, tema ini memiliki makna mendalam, yakni bagaimana mewujudkan nilai Ketuhanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menegaskan pentingnya sikap seimbang dan adil dalam beragama untuk mencegah ekstremisme.

Alasan diangkatnya tema moderasi beragama adalah karena isu keberagaman rentan terhadap polarisasi. Moderasi beragama menjadi garda terdepan penjaga persatuan, mengingat Indonesia beruntung memiliki Pancasila sebagai “way of life” yang menyatukan berbagai elemen bangsa.

Seminar dibuka secara resmi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiga stanza. Hadir sebagai keynote speaker adalah Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., Kepala BPIP RI. Turut hadir pula Ir. Prakoso, M.M. (Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga BPIP RI), Prof. Dr. H. Zaenal Mustakim, M.Ag. (Rektor UIN Gus Dur Pekalongan), serta jajaran Forkopimda Kabupaten Pekalongan, Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Kepala Kemenag, Ketua MUI, Ketua FKUB, dan perwakilan organisasi masyarakat.

Peran Penting dalam Merajut Kebangsaan

Dalam sesi pemaparan materi, Dr. H. Fakhruddin Aziz, Lc., M.Si., Ketua PW ISNU Jawa Tengah, membahas konsep identitas bangsa. Menurutnya, identitas primordial adalah fondasi budaya yang memperkaya bangsa, namun semangat kebangsaan harus tetap berpusat pada identitas nasional bernama Indonesia, yang lahir dari konsensus sejarah.

Sementara itu, Prof. Dr. Shinta Dewi Rismawati, S.H., M.H., Wakil Rektor III UIN Gus Dur, menekankan urgensi penguatan moderasi beragama di era digital. “Moderasi beragama adalah filter utama menghadapi polarisasi dan radikalisasi yang marak di ruang digital. Lingkungan kampus harus bersih dari paham ekstrem,” jelasnya, merujuk pada data Indeks Moderasi Beragama Nasional 2022 yang masih memerlukan penguatan.

Dari unsur pemerintah daerah, Sri Lestari, S.IP, Plt. Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Pekalongan, menguraikan bagaimana nilai Ketuhanan dapat diterjemahkan secara praktis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sebagai kompas dalam membangun karakter bangsa yang religius dan berakhlak mulia.

Sedangkan Prof. Dr. H. Moh. Agus Najib, S.Ag., M.Ag., Direktur Sosialisasi dan Komunikasi BPIP RI, menyoroti implementasi Pancasila di lapangan. Ia menekankan perlunya meneladani nilai Pancasila yang dirumuskan melalui musyawarah, saling menghargai, dan rela berkorban demi persatuan.

Diskusi interaktif yang dipandu Dahrul Muhtadin, M.H.I., menunjukkan antusiasme peserta, khususnya mahasiswa, yang aktif mengajukan pertanyaan kritis seputar penerapan nilai Ketuhanan di ruang publik dan strategi menangkal paham radikal melalui pendidikan.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada seminar, melainkan menjadi tonggak lahirnya agen-agen Pancasila dari kalangan sarjana NU dan mahasiswa UIN Gus Dur. Dr. Moh. Nasrudin menuturkan bahwa ISNU Pekalongan siap menjadi duta moderasi beragama, mediator di tengah konflik sosial, serta garda terdepan menjaga persatuan bangsa.

“Pancasila adalah jalan hidup kita. Dengan semangat kebersamaan, kita buktikan Indonesia akan selalu kokoh sebagai bangsa yang bersatu dalam keberagaman,” pungkasnya penuh optimisme. Masyarakat Pekalongan berharap gelombang pemahaman nilai luhur bangsa ini terus merembes ke seluruh penjuru Nusantara, menjaga harmoni dan persatuan di tengah keragaman.

Artikulli paraprakPemandu Lagu Kafe di Pantai Sigandu Batang Alami Luka Sayatan di Leher, Korban Melapor ke Polisi
Artikulli tjetërKompolnas Visitasi ke Polres Pekalongan Kota, Masuk Nominasi Kompolnas Award 2025

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini