Beranda KOTA PEKALONGAN Wali Kota Aaf Dorong Percepatan Pembangunan Ekowisata di Kandang Panjang dan Degayu,...

Wali Kota Aaf Dorong Percepatan Pembangunan Ekowisata di Kandang Panjang dan Degayu, Target Rampung Pertengahan 2026

10
0
BUKA ACARA : Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, secara resmi membuka kegiatan paparan Final Desain dan Persiapan Pembangunan Ekowisata di Kelurahan Kandang Panjang dan Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat BPK Lantai 2 Kantor BPKAD Kota Pekalongan, Selasa siang (13/01/2026). Foto : (mediapekalongan.com/dok)
PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis lingkungan sebagai bagian dari upaya pemulihan wilayah pesisir pasca banjir dan rob sekaligus penguatan ekonomi masyarakat.
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, secara resmi membuka kegiatan paparan Final Desain dan Persiapan Pembangunan Ekowisata di Kelurahan Kandang Panjang dan Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat BPK Lantai 2 Kantor BPKAD Kota Pekalongan, Selasa siang (13/01/2026).
Usai kegiatan, Wali Kota Aaf menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya sinergi dengan Kemitraan Indonesia yang akan merealisasikan pembangunan ekowisata di dua kelurahan tersebut. Menurutnya, proyek ini menjadi momentum penting dalam mempercantik kawasan pesisir sekaligus mengoptimalkan potensi wisata yang selama ini belum tergarap maksimal.
“Alhamdulillah, dari Kemitraan Indonesia akan ada program atau pembangunan ekowisata di dua kelurahan, yakni di Kandang Panjang dan di Degayu. Untuk yang di Kandang Panjang, khususnya di kawasan Taman Mangrove, rencananya akan dibangun restoran apung dan sarana pendukung lainnya. Pengelolaannya nanti akan menggandeng Pokdarwis, dan seluruh fasilitasi berasal dari Kemitraan. Mudah-mudahan ini bisa berhasil karena hari ini sudah pemaparan final desain,” ujar Wali Kota Aaf.
Ia menargetkan pembangunan ekowisata tersebut dapat selesai pada pertengahan tahun 2026. Namun demikian, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa, aspek tata kelola harus dimatangkan sejak awal agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari, terutama terkait pengelolaan dan pembagian peran antar pihak.
“Saya minta nanti pengelolaannya dimatangkan betul. Karena ini semua permodalannya dari Kemitraan, jangan sampai tidak ada MOU yang jelas, kemudian terjadi tumpang tindih atau saling klaim. Baik Pokdarwis, masyarakat, maupun kelompok lain, semuanya harus memiliki payung kerja sama yang jelas,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wali Kota Aaf menjelaskan bahwa, pengembangan ekowisata ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut penanganan banjir dan rob di wilayah Pekalongan Utara. Setelah kondisi banjir dan rob relatif kondusif, Pemerintah Kota kini fokus melanjutkan penataan kawasan, termasuk penanganan kawasan kumuh dan peningkatan kualitas lingkungan.
“Ini kan pasca penanganan banjir dan rob. Pengembangan sebenarnya sudah berjalan untuk penataan kampung kumuh dan sebagainya, kemudian sekarang ada tambahan lagi dari Kemitraan. Alhamdulillah, ini akan mempercantik kelurahan-kelurahan tersebut, terutama Pusat Informasi Mangrove (PIM) yang potensi wisatanya luar biasa, meskipun kemarin terkendala banjir dan rob. Sekarang kondisinya sudah lebih kondusif, tinggal kita tindak lanjuti penataannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Team Leader Program Adaptation Fund Kemitraan Indonesia, Andy Kiki Andy, menjelaskan bahwa, pembangunan ekowisata ini merupakan bagian dari program Adaptation Fund (AF) di Kota Pekalongan yang bertujuan meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan iklim, sekaligus mengangkat sektor pariwisata dan perekonomian lokal.
“Harapan kami, program ini mampu mengangkat pariwisata Kota Pekalongan sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah yang terdampak perubahan iklim akibat banjir dan rob, khususnya di Kelurahan Kandang Panjang dan Degayu. Dengan dukungan di bidang ekowisata, kelompok-kelompok yang sudah kami fasilitasi diharapkan mampu berkelanjutan dalam pengelolaan wisata dan bisnis ekowisata ke depannya,” jelas Andy.
Ia menambahkan, konsep ekowisata yang dikembangkan tidak hanya berorientasi pada kunjungan wisata, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat sekitar agar mampu bertahan dan beradaptasi di tengah tantangan perubahan iklim.
“Harapannya, ini bisa menjadi penopang kehidupan masyarakat agar tetap berkelanjutan meskipun berada di wilayah yang rentan terhadap dampak iklim,” tambahnya.
Terkait bentuk pengembangan ekowisata, Andy mengungkapkan bahwa, salah satu fokus utama adalah pembangunan restoran yang diharapkan dapat menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah. Restoran tersebut nantinya akan menyajikan kuliner khas Kota Pekalongan sekaligus menjadi etalase bagi produk-produk unggulan UMKM setempat.
“Rencananya akan dibangun resto yang mampu menarik minat pengunjung. Selain menikmati wisata, mereka juga bisa menikmati kuliner khas Pekalongan dan membeli produk-produk UMKM masyarakat sekitar. Dengan begitu, secara tidak langsung ekowisata ini akan meningkatkan perekonomian pengelola dan pelaku UMKM di sekitarnya,” terangnya.
Selain itu, revitalisasi PIM juga menjadi bagian penting dari program ini. Andy menyebutkan bahwa, kondisi ekosistem mangrove sempat mengalami penurunan signifikan akibat faktor alam, sehingga perlu dilakukan pemulihan secara bertahap.
“Populasi mangrove di kawasan itu sempat berkurang cukup signifikan. Harapan kami, melalui fasilitasi ekowisata ini, ekosistem mangrove dapat tumbuh kembali. Kami juga akan menggerakkan komunitas peduli lingkungan, melakukan restorasi mangrove, serta mendukung penguatan ekowisata mangrove di sekitar PIM,” jelasnya.
Tak hanya infrastruktur dan lingkungan, Kemitraan Indonesia juga akan memfasilitasi pembentukan, pelatihan, serta penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di kedua kelurahan tersebut. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan pengelolaan ekowisata yang profesional, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kami akan memfasilitasi penguatan Pokdarwis agar mampu mengakomodasi keterwakilan berbagai kelompok masyarakat. Harapannya, mereka bisa mengelola ekowisata secara mandiri, profesional, dan berkelanjutan,” pungkas Andy.
Artikulli paraprakDuaarrrrr,,!!! Tabung Gas 3 Kg Meledak, Beruntung Korban Selamat
Artikulli tjetërPemkot Pekalongan-RS Karomah Holistik Bangun Sinergi Perkuat Layanan Kesehatan Melalui Program UHC

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini