Beranda PEMKOT PEKALONGAN Momen Idul Fitri, Walikota Pekalongan Minta Maaf Terkait Sampah-Infrastruktur

Momen Idul Fitri, Walikota Pekalongan Minta Maaf Terkait Sampah-Infrastruktur

6
0
IDUL FITRI : Wali Kota Pekalongan pada momen lebaran di rumah dinasnya meminta maaf kepada masyarakat secara terbuka belum bisa memenuhi harapan warga selama kepemimpinannya dan terkait masalah sampah dan infrastruktur jalan, Sabtu 21 Maret 2026. Foto : (mediapekalongan.com/dok)

PEKALONGAN, mediapekalongan.com  – Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat pada momen Idulfitri 1447 Hijriah, sekaligus menyoroti sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian publik, terutama terkait pengelolaan sampah dan kondisi infrastruktur jalan.

Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk refleksi dan tanggung jawab moral pemerintah daerah terhadap berbagai kekurangan yang masih dirasakan masyarakat.

“Secara pribadi, mewakili keluarga dan Pemerintah Kota Pekalongan, saya mohon maaf lahir dan batin. Kami menyadari masih ada hal-hal yang belum sesuai harapan masyarakat, khususnya soal sampah,” ujarnya, Sabtu (21/3/2026).

Ia menjelaskan, penanganan sampah di Kota Pekalongan terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS 3R) dijadwalkan kembali beroperasi setelah Lebaran. Selain itu, kelompok swadaya masyarakat (KSM) telah dibentuk untuk mendukung pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, upaya tersebut telah mampu mengurangi sekitar 50% volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Namun, ia menegaskan keberhasilan program tersebut tetap membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.

“Progresnya sudah ada, bahkan sudah mampu mengurangi sekitar 50 persen sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Namun, ini tidak bisa kami lakukan sendiri, perlu peran aktif masyarakat,” katanya.

Selain persoalan sampah, kondisi jalan rusak juga menjadi perhatian. Ia menyebut cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi menjadi salah satu faktor utama kerusakan jalan di berbagai titik.

Sekitar 80% ruas jalan kewenangan kota sempat mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga berat. Hingga pertengahan Maret, pemerintah telah melakukan penambalan pada seluruh jalan berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna.

Perbaikan dilakukan secara bertahap dengan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar yang bersumber dari dana tidak terduga (DTT). Tahap pertama menggunakan anggaran Rp 1,5 miliar, disusul tahap kedua sebesar Rp 2 miliar.

Saat ini, hanya tersisa beberapa titik yang masih dalam proses penyempurnaan, salah satunya di wilayah Banyurip yang sempat terkendala pasokan aspal.

Di akhir pernyataannya, wali kota Pekalongan membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kritik dan masukan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial. Ia berharap momentum Idulfitri dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Harapan kami, semua bisa berjalan lebih baik ke depan. Kami terbuka untuk kritik dan saran, karena membangun kota ini tidak bisa sendiri, harus bersama-sama,” tuturnya.

Artikulli paraprakWalikota Pekalongan Pastikan Kesiapan Infrastruktur serta Ketersediaan Stok Pangan Pada Lebaran 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini