PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Negeri KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan (IKA UIN Gus Dur) menggelar Halal Bihalal dan Temu Alumni Lintas Angkatan di Auditorium Kampus I UIN Gus Dur di Jalan Kusuma Bangsa No.9 Pekalongan, Sabtu 26 April 2025.
Pada kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Muhlisin, M.Ag; Anggota DPRD Provinsi Jateng yang juga alumni UIN Gus Dur tahun 2009, Harun Abdul Hafidz; serta Abdul Hamid, M.Pd yang juga anggota DPRD Provinsi Jateng, untuk mendiskusikan dengan tema “Menavigasi Gelombang Disrupsi: Strategi Sarjana Unggul di Era Sertifikasi dan Kompetensi”.
Ketua IKA UIN Gus Dur, Abdul Adhim, M.Pd, menekankan pentingnya kepedulian alumni terhadap perkembangan kampus tercinta. Ia mengajak kontribusi alumni untuk turut serta meningkatkan kualitas kampus, salah satunya melalui semangat gotong royong pembangunan Masjid UIN Gus Dur. “Pembangunan Masjid UIN Gus Dur sudah berjalan selama enam tahun, namun kita bisa melihat sendiri perkembangannya. Untuk itu, marilah, kita para alumni untuk bisa menyumbang rupiah demi rupiah, demi terbangunnya Masjid UIN Gus Dur untuk kemaslahatan bersama,” tegas Adhim.
Sementara, Wakil Rektor III UIN Gus Dur, Prof Muhlisin menyampaikan tentang sistem peningkatan kualitas mahasiswa UIN Gus Dur, terlebih lagi kegiatan ini juga dihadiri oleh calon wisudawan UIN Gus Dur yang akan diwisuda pada periode Mei 2025. Setidaknya ada empat fokus pengembangan mahasiswa. “Pertama, organisasi kemahasiswaan. Kedua, manajemen talenta mahasiswa. Ketiga, pengembangan karir mahasiswa. Keempat, fasilitasi beasiswa mahasiswa,” ujarnya.
Dalam diskusi, Harun Abdul Khafizh menjelaskan salah satunya tentang apa yang perlu dinavigasi dari gelombang disrupsi yang sedang terjadi. Pertama, perkembangan teknologi seperti AI, Sensor Visual, 3D Printing. Kedua, perkembangan geopolitik global maupun regional seperti perang blok Amerika vs blok Cina, ketegangan di Kawasan LCS.
“Berikutnya kita juga perlu menavigasi perkembangan sektor keuangan dan perekonomian global, regional maupun nasional seperti kebijakan perdagangan internasional, perang dagang, dan depopulasi, Serta perkembangan alam dan daya dukung lingkungan seperti perubahan iklim, ancaman bencana alam,”jelasnya.
Sementara, Abdul Hamid berbicara mengenai strategi sarjana unggul di era sertifikasi dan kompetensi. Menurutnya, para sarjana harus menguasai kompetensi inti (hard skill), seperti berfokus pada keahlian jurusan, dan mengikuti pelatihan bersertifikat.
“Selain itu, yang tak kalah penting adalah melengkapinya dengan soft skill. Kemampuan komunikasi, keaktifan di organisasi, dan mengasah skill problem solving, itu menjadi nilai tambah,”ucapnya. Selain pemaparan dari para narasumber, kegiatan ini juga sekaligus menjadi momen peluncuran Nama dan Logo baru IKA UIN Gus Dur, yang berganti nama menjadi ILUIN, dan sudah terdaftar di Kemenkumhan.
Kegiatan yang juga dimeriahkan oleh penyanyi religi, Hj. Miladia Nur yang juga alumni UIN Gus Dur itu, menjadi wadah silaturahmi dan konsolidasi antar alumni, baik alumni IAIN Walisongo di Pekalongan, STAIN, IAIN hingga alumni UIN Gus Dur Pekalongan, demi mempererat persaudaraan serta menyatukan komitmen dalam mendukung kemajuan almamater.







