
PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Grand Final Festival Ballon Kota Pekalongan Tahun 2026 yang digelar di Stadion Hoegeng, Sabtu (28/03/2026), berlangsung meriah dan sukses. Ribuan masyarakat tampak memadati area stadion untuk menyaksikan puncak perhelatan budaya tahunan tersebut.
Acara ini dihadiri Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid, SE, MM, Ketua TP PKK Kota Pekalongan Hj. Inggit Soraya, S.Sn., MM, Wakil Wali Kota Pekalongan Hj. Balgis Diab, SE, S.Ag., MM, serta Forkopimda Kota Pekalongan.
Wali Kota menyampaikan, pelaksanaan tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi kreativitas peserta. “Balon-balon yang ditampilkan lebih kreatif dan variatif. Penyelenggaraan di Stadion Hoegeng juga membuat area lebih tertata, sehingga penonton bisa menikmati dari tribun dengan nyaman,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat pun membludak, bahkan banyak warga yang belum dapat masuk ke area stadion. “Ini menunjukkan festival ini sangat diminati dan berjalan sukses,” imbuhnya.
Namun demikian, pihaknya masih menemukan adanya 21 balon liar yang terbang. Wali Kota mengimbau masyarakat untuk tidak menerbangkan balon liar karena berbahaya bagi keselamatan, khususnya lalu lintas penerbangan, serta berisiko akibat penggunaan petasan. Ia juga menegaskan bahwa kecelakaan akibat balon liar dan mercon tidak ditanggung BPJS.
Di sisi lain, kondisi cuaca yang cerah dan angin yang tenang turut mendukung keberhasilan penerbangan balon. Beragam kreasi unik ditampilkan, termasuk balon bermotif tokoh kebanggaan Pekalongan, Hoegeng, yang mendapat perhatian khusus.
Penilaian lomba tidak hanya berdasarkan motif, tetapi juga kekompakan tim, diameter balon, hingga kesempurnaan saat terbang, dengan total tujuh kriteria penilaian.
“Semua peserta tampil luar biasa. Bahkan akan sulit menentukan pemenang, namun sepenuhnya kita percayakan kepada dewan juri,” pungkas Wali Kota.







