Beranda KOTA PEKALONGAN Banjir di Pekalongan, Pemprov Jateng Turun Tangan, Siapkan Penguatan Tanggul, Normalisasi Sungai...

Banjir di Pekalongan, Pemprov Jateng Turun Tangan, Siapkan Penguatan Tanggul, Normalisasi Sungai Bremi dan Penataan Drainase

10
0
PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah bersama Pemerintah Kota Pekalongan mengambil langkah terpadu dalam penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Pekalongan. Upaya tersebut mencakup penanganan jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang, dengan fokus utama pada keselamatan warga terdampak.
Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, didampingi sang istri, Nawal Taj Yasin disela-sela penyerahan bantuan sosial kepada para pengungsi banjir di Masjid Al-Karomah Kota Pekalongan, Senin (19/1/2026).
“Yang pertama, kita lakukan penanganan jangka pendek, memastikan masyarakat kita aman, terutama lansia, anak-anak, dan warga berkebutuhan khusus. Ada juga kemarin warga yang terkena stroke kita evakuasi dan ungsikan,” kata Wagub Taj Yasin.
Selain evakuasi, Pemprov Jateng juga memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, mulai dari bahan pokok, makanan, hingga operasional dapur umum telah disiapkan untuk mendukung warga terdampak.
Wagub Taj Yasin menambahkan, banjir dipicu oleh kondisi tanggul yang belum permanen dan menjadi kewenangan provinsi. Untuk itu, pihaknya langsung menginstruksikan penghitungan teknis agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat.
Sementara untuk jangka panjang, Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk penanganan Sungai Bremi pada tahun 2026.
“Insya Allah akan kita kerjakan tahun 2026, harapannya banjir di kawasan barat dan sekitarnya tidak terulang,” ujarnya.
Di sisi lain, Wali Kota Pekalongan, H.A Afzan Arslan Djunaid menyebut banjir kali ini merupakan yang terbesar sejak 2021. Meski jumlah kelurahan terdampak menurun dari sekitar 20 kelurahan pada 2021 menjadi 8 kelurahan pada 2026, dampaknya justru lebih luas.
“Wilayah Pekalongan Utara sudah berkurang sekitar 80 persen, Timur sekitar 50 persen. Tapi di wilayah Barat, khususnya aliran Sungai Bremi dan Meduri, dampaknya masih sangat luar biasa karena belum ada penanganan khusus,” jelasnya.
Terkait pemenuhan kebutuhan pangan, Pemkot Pekalongan menggandeng sekitar 20 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membantu pengungsi. Setiap SPPG menyuplai sekitar 300 porsi makanan per hari, di luar jatah siswa.
“Ini bukan pengalihan MBG, tapi bantuan untuk korban banjir. Penyalurannya satu pintu melalui Dinsos atau langsung ke titik pengungsian,” tegasnya.
Hingga saat ini, jumlah pengungsi tercatat sekitar 2.400 orang.
“Jumlah tersebut belum termasuk warga terdampak yang memilih bertahan di rumah namun tetap membutuhkan bantuan logistik,”pungkasnya.
Selain meninjau pengungsian di Masjid Al Karomah, rombongan melanjutkan peninjauan di lokasi pengungsian SD Negeri Tirto 03 dan Aula Kecamatan Pekalongan Barat.
Artikulli paraprakWali Kota Aaf Lantik 37 Pejabat Tinggi Pratama hingga Fungsional, Tekankan Inovasi di Tengah Keterbatasan Anggaran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini