
PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Pemkot Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) setempat membuka kembali proses seleksi Mas dan Mbak Duta Wisata (Duwis) Kota Pekalongan Tahun 2023.
Usai melaksanakan proses seleksi secara administrasi, terpilih 84 orang calon finalis yang lolos ke tahap selanjutnya. Namun, hanya 75 orang calon finalis yang hadir dan mengikuti rangkaian seleksi Duwis baik seleksi tertulis, catwalk, hingga wawancara dengan para juri, berlangsung di Museum Batik Kota Pekalongan, Senin 3 Juni 2023. Dengan persiapan yang matang dan penuh percaya diri, para calon finalis
menunjukkan kemampuan dan penampilan terbaiknya agar bisa lolos menjadi 10 pasang finalis Mas dan Mbak Duwis Tahun 2023.
Kepala Dinparbudpora, M Sahlan melalui Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Retno Purnomo mengaku bersyukur, pelaksanaan seleksi duta wisata tahun 2023 ini menyedot lebih banyak pesertanya dengan antusias.
Itu karena adanya sedikit perubahan ketentuan perluasan domisi dari peserta yang tidak hanya ber-KTP Kota Pekalongan saja, melainkan juga dari luar daerah yang tinggal maupun tengah mengenyam pendidikan/bekerja di Kota Pekalongan dengan rentan usia 17-24 tahun.
“Untuk jumlah peserta yang mendaftar duwis tahun ini ada 86 orang, setelah diseleksi secara daftar yang lolos sejumlah 84 peserta calon finalis Duwis. Kemudian yang mengikuti rangkaian seleksi hari ini sebanyak 75 orang terdiri dari 30 orang laki-laki, dan sisanya 45 orang perempuan, sementara 9 orang tidak hadir dan otomatis dinyatakan gugur,” terang Ipung, Retno Purnomo, akrab disapa.
Menurut Ipung, calon finalis ini mengikuti serangkaian seleksi mulai dari tahapan tertulis, berjalan lenggak-lenggok bak model atau catwalk, dan dilanjutkan wawancara dengan para juri profesional yang didatangkan dari para praktisi, budayawan, hingga dinas terkait.
“Pengumuman tahapan seleksi ini langsung kami umumkan besoknya, 4 Juli 2023 untuk dipilih 10 pasang Mas dan Mbak finalis Duta Wisata Tahun 2023,” ungkapnya.
Ipung menambahkan, untuk seleksi tertulis sendiri memang baru kali ini dilaksanakan, sementara untuk seleksi wawancara meliputi kemampuan Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, Public Speaking, Kepariwisataan, Pengetahuan umum, Prestasi, Psikologi dan kepribadian. “Kami juga sisipi dengan pertanyaan-pertanyaan seputar Kota Pekalongan terutama tentang pariwisata dan budayanya,” imbuhnya.
Setelah terpilih 10 pasang finalis mas dan mbak Duwis, mulai minggu depan ada masa karantina selama 3 hari, dilanjutkan 22 Juli ada unjuk bakat 10 pasang finalis, dan pada 5 Agustus 2023 dilaksanakan Grand Finalis Mas dan Mbak Duta Wisata 2023.
“Harapannya, pemilihan Duwis kali ini bisa lebih baik dan maju dari tahun-tahun sebelumnya, karena melihat potensi pendaftar di tahun ini, kami yakin hal itu bisa terwujud. Dari seleksi awal, kami juga melihat penampilan, mereka sudah mempersiapkan semuanya dengan matang,” ujarnya.







