Beranda PEMKOT PEKALONGAN Penyebaran HIV/AIDS “Siaga Satu”, Pemkot Perkuat Upaya Edukasi dan Pencegahan

Penyebaran HIV/AIDS “Siaga Satu”, Pemkot Perkuat Upaya Edukasi dan Pencegahan

10
0
** Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid. Foto : (mediapekalongan.com/dok)

PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus berkomitmen dalam memperkuat langkah edukasi, pencegahan, dan pengendalian penyebaran HIV/AIDS di tengah meningkatnya kasus yang kini dinilai memerlukan perhatian serius dari seluruh elemen masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, saat menanggapi viralnya surat berkop Dinas Kesehatan Kota Pekalongan terkait rencana pelaksanaan rapat koordinasi pencegahan dan pengendalian penyakit yang semula direncanakan berlangsung di Karimunjawa pada Juni 2026.

Menurutnya, polemik yang berkembang di media sosial perlu dilihat secara utuh, terutama dari sisi urgensi penanganan HIV/AIDS yang saat ini terus mengalami peningkatan. Ia menegaskan bahwa fokus utama pemerintah bukan pada lokasi kegiatan semata, melainkan pada bagaimana langkah edukasi dan kaji terap penanganan HIV/AIDS dapat berjalan lebih optimal.

“Yang perlu dipahami masyarakat, kegiatan itu berkaitan dengan edukasi dan penanganan HIV/AIDS. Saat ini kondisi penyebaran HIV/AIDS sudah sangat memprihatinkan. Bahkan saya sampaikan kepada Dinas Kesehatan bahwa ini sudah masuk kategori siaga satu,” tegasnya usai Kegiatan Penguatan Kapasitas Manajemen Jejaring Kota Pekalongan Tahun 2026 di Hotel Khas Kota Pekalongan, Selasa (19/5/2026)

Wali Kota Aaf mengungkapkan bahwa peningkatan kasus HIV/AIDS tidak hanya terjadi di kelompok tertentu, namun mulai merambah berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa dan lingkungan kampus. Kondisi tersebut menurutnya menjadi alarm penting agar seluruh pihak lebih serius melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Ia menyebutkan bahwa edukasi menjadi kunci utama untuk menekan penyebaran HIV/AIDS. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekalongan terus mendorong penguatan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat, bahaya perilaku berisiko, pentingnya pemeriksaan kesehatan, hingga penghapusan stigma terhadap penderita HIV/AIDS.

“Ini yang harus kita pahami bersama. Penyebarannya sudah masuk ke berbagai lingkungan, termasuk kampus dan generasi muda. Maka edukasi tidak boleh berhenti. Pencegahan harus diperkuat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Aaf menjelaskan bahwa rencana kaji terap dilakukan dengan mempertimbangkan wilayah-wilayah yang juga memiliki tingkat kasus HIV/AIDS cukup tinggi. Tujuannya agar Pemerintah Kota Pekalongan dapat mempelajari berbagai strategi penanganan yang sudah diterapkan di daerah lain untuk kemudian disesuaikan dengan kondisi daerah.

Meski demikian, ia juga mengaku telah memberikan masukan agar pelaksanaan kegiatan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk efisiensi anggaran dan sensitivitas publik terhadap lokasi kegiatan. Pemerintah Kota Pekalongan, kata Wali Kota Aaf, terbuka terhadap kritik dan saran masyarakat demi perbaikan pelaksanaan program ke depan.

“Kita tentu menerima masukan dari masyarakat. Semua akan dievaluasi dan dikaji kembali agar pelaksanaan kegiatan tetap efektif, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan persepsi yang kurang baik,” tambahnya.

Wali Kota Aaf juga menyoroti keterbatasan tenaga kesehatan khusus yang menangani HIV/AIDS di Kota Pekalongan. Di tengah jumlah kasus yang terus meningkat, ketersediaan sumber daya manusia dinilai masih belum ideal sehingga diperlukan penguatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun tenaga kesehatan semata, tetapi membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat, hingga komunitas pemuda.

“Tenaga khusus penanganan HIV/AIDS kita masih terbatas, sementara jumlah kasus terus meningkat. Maka ini perlu menjadi perhatian bersama. Kita ingin upaya edukasi dan pencegahan di Kota Pekalongan semakin kuat,” jelasnya.

Pemkot Pekalongan sendiri terus menggencarkan berbagai program preventif melalui Dinas Kesehatan dan puskesmas, seperti penyuluhan kesehatan reproduksi, konseling, deteksi dini, hingga pendampingan bagi ODHIV. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan laju penyebaran sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak mengucilkan penderita HIV/AIDS.

Wali Kota Aaf berharap, melalui penguatan edukasi dan kerja sama seluruh pihak, masyarakat Kota Pekalongan semakin memahami pentingnya pencegahan HIV/AIDS serta mampu menjaga lingkungan sosial yang sehat, peduli, dan suportif.

“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Yang terpenting adalah bagaimana edukasi dan pencegahan HIV/AIDS di masyarakat bisa terus kita perkuat demi melindungi generasi muda dan masyarakat Kota Pekalongan secara keseluruhan,” pungkasnya.

Artikulli paraprakSekda Kota Pekalongan Beri Pembekalan Soft Skill tentang Etos Kerja bagi Peserta PBK
Artikulli tjetërPolres Pekalongan Kota Gelar Upacara Harkitnas ke-118, Teguhkan Semangat Solidaritas dan Perkuat Literasi Digital

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini