Beranda PEMKOT PEKALONGAN Wali Kota Aaf Lari Sembari Susur Sungai dalam Run For Rivers, Kota...

Wali Kota Aaf Lari Sembari Susur Sungai dalam Run For Rivers, Kota Pekalongan Komitmen Bersih Sampah

12
0
SUSURI SUNGAI : Gubernur Jateng dan Walikota Pekalongan, menyusuri sungai dalam kegiatan Run For Rivers. Foto : (mediapekalongan.com/dok)

PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Komitmen menjaga kebersihan sungai dan mengurangi persoalan sampah terus diperkuat Pemerintah Kota Pekalongan. Hal ini tampak dalam kegiatan Run For Rivers yang diikuti langsung oleh Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Plt Bupati Pekalongan Sukirman, jajaran OPD, komunitas lari, hingga pegiat lingkungan internasional dari Sungai Watch, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut mengambil rute mulai dari Lapangan Mataram, Jalan Argopuro, Jalan Sumatera, Jalan Irian, Jalan Sulawesi, Masjid An-Nur Kergon, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Hasanuddin, hingga finish di Museum Batik Kota Pekalongan. Tidak hanya sekadar berlari, peserta juga melakukan aksi nyata membersihkan sungai dan memantau kondisi lingkungan di sejumlah titik aliran sungai yang dilalui.

Wali Kota Aaf mengungkapkan rasa syukurnya karena kegiatan Run For Rivers di Kota Pekalongan berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk kehadiran tiga pelari asal Perancis yang tengah menjalankan misi lingkungan bersama Sungai Watch.

“Alhamdulillah di Kota Pekalongan berjalan lancar. Bahkan ini paling lengkap, ada Pak Gubernur Jawa Tengah hadir, Wali Kota hadir, Plt Bupati Pekalongan hadir. Kita sekalian lari menyusuri sungai dan tadi di Jalan Sulawesi juga melakukan aksi bersih-bersih sungai,” tutur Wali Kota Aaf.

Menurutnya, persoalan sampah memang masih menjadi pekerjaan rumah hampir di seluruh daerah. Namun demikian, Kota Pekalongan terus menunjukkan progres dalam penanganan sampah, salah satunya melalui pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang.

Wali Kota Aaf menyoroti masih tingginya penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah di lingkungan sungai. Untuk itu, ia mengajak masyarakat kembali membangun budaya ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

“Harga plastik ini terus melonjak tinggi dan sampah plastik masih sangat banyak. Ayo masyarakat kita kembali seperti zaman ibu dan mbah kita dulu. Belanja ke pasar pakai keranjang, ke minimarket bawa tas sendiri atau tas kertas. Mari kita kurangi sampah plastik,” ajaknya.

Ia juga mengapresiasi kepedulian para pegiat lingkungan dari luar negeri yang rela menempuh perjalanan panjang demi kampanye kebersihan sungai di Indonesia.

“Warga negara Perancis saja peduli dengan Indonesia. Mereka lari dari Bali sampai nanti Jakarta untuk kampanye lingkungan. Kalau kita sendiri tidak peduli tentu malu dengan warga negara asing,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Aaf menegaskan bahwa upaya penanganan sungai tidak berhenti pada kegiatan simbolis semata. Pemkot Pekalongan akan terus melakukan langkah konkret, termasuk memperkuat pengawasan terhadap penyempitan aliran sungai akibat bangunan maupun aktivitas warga.

“Kalau sungai besar kita sudah pasang jaring sampah di beberapa titik sehingga lebih mudah dibersihkan. Tetapi masalah terbesar ada di aliran sungai kecil dan selokan yang alirannya tersumbat. Saya sudah minta lurah mendata bangunan atau lahan warga yang mempersempit sungai agar bisa segera ditangani,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa penanganan sampah menjadi prioritas besar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menyebutkan bahwa volume sampah di Jawa Tengah terus meningkat sekitar 8 hingga 11 persen setiap tahun, dengan total timbunan mencapai sekitar 6,3 juta ton sampah per tahun.

“Yang bisa diolah baru sekitar 30 persen, sedangkan 70 persen belum terolah. Maka kita menggunakan konsep regional atau aglomerasi antar daerah untuk menyelesaikan persoalan sampah secara komprehensif,” terangnya.

Menurut Gubernur Luthfi, kawasan dengan produksi sampah di atas 1.000 ton per hari diarahkan menggunakan teknologi PSEL, termasuk Pekalongan Raya, Semarang Raya, Solo Raya, dan Tegal Raya. Sedangkan daerah dengan volume lebih kecil akan menggunakan sistem Refuse Derived Fuel (RDF) seperti yang sudah berjalan di Cilacap, Banyumas, dan Magelang.

Ia optimistis target zero waste atau nol sampah di Jawa Tengah pada tahun 2028 dapat tercapai apabila seluruh pemerintah daerah bergerak bersama hingga tingkat paling bawah.

“Provinsi tidak bisa bekerja sendiri. Kabupaten dan kota harus bergerak sampai tingkat kelurahan, RT, bahkan perumahan untuk membangun simpul-simpul pengelolaan sampah mandiri dengan memilah sampah sejak dari rumah,” tegasnya.

Gubernur Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas dan pegiat lingkungan yang terus menjadi penggerak kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sungai dan lingkungan.

“Teman-teman pegiat sampah ini menjadi trigger semangat kita semua untuk memerangi sampah. Zero waste menjadi prioritas utama. Bravo, clear and clean sampah,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, tim kampanye lingkungan Sungai Watch yang dipimpin pendirinya, Gary Bencheghib, turut membagikan pengalaman perjalanan panjang mereka dalam misi Run for Rivers. Perjalanan dimulai dari Jimbaran, Bali dan akan berakhir di Jakarta setelah menempuh ribuan kilometer.

Gary mengaku terkesan dengan dukungan luar biasa dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Pekalongan terhadap gerakan peduli sungai tersebut.

“Ini pertama kali ada gubernur, wali kota, dan bupati lari bersama Sungai Watch. Hari ini luar biasa sekali. Kami sudah menempuh hampir 900 kilometer selama 41 hari perjalanan dari Bali dan masih ada sekitar dua minggu lagi menuju Jakarta,” katanya.

Ia menilai aksi nyata yang dilakukan di Kota Pekalongan menjadi energi besar bagi para pegiat lingkungan untuk terus menyuarakan pentingnya menjaga kebersihan sungai.

“Kemarin kami turun langsung ke sungai untuk dokumentasi, dan hari ini ada aksi nyata bersih-bersih. Ini luar biasa. Semoga di setiap kota bisa muncul gerakan besar untuk menyelamatkan sungai dan lingkungan,” pungkasnya.

Artikulli paraprakWalikota Pekalongan Ikuti Run for Rivers, Kampanyekan Kepedulian Lingkungan
Artikulli tjetërPemkot Pekalongan Menyatakan Proyek Tanggul Laut Ubah Pesisir Lebih Produktif

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini