PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Kenaikan harga plastik yang belakangan ramai diperbincangkan di berbagai media justru dipandang sebagai momentum positif untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dan beralih ke alternatif yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Aaf saat pengarahan di sela-sela kegiatan pengambilan sumpah dan penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan bagi 49 CPNS Tahun 2024 yang resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), bersamaan dengan 3 PNS jabatan fungsional. Acara tersebut berlangsung di Ruang Buketan, Sekretariat Daerah Kota Pekalongan, Rabu (8/4/2026).
Ia menilai, kondisi kenaikan harga plastik yang saat ini menjadi perhatian publik seharusnya tidak hanya dilihat sebagai beban ekonomi, tetapi juga peluang untuk melakukan perubahan yang lebih baik.
“Kalau sekarang yang masih geger, masih menjadi trending di berita-berita, ini harga plastik sudah naik. Dan ini menjadi momen sebetulnya untuk kita semua untuk mengurangi pemakaian plastik,” tutur Wali Kota Aaf.
Menurutnya, penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari memang selama ini sudah sangat masif, mulai dari kemasan makanan hingga kebutuhan rumah tangga. Namun di balik kemudahan tersebut, plastik menyimpan dampak negatif yang tidak bisa diabaikan, baik dari sisi kesehatan maupun lingkungan.
Ia menegaskan bahwa, plastik bukanlah pilihan terbaik untuk kesehatan. Penggunaan plastik, terutama untuk wadah makanan dan minuman, berpotensi menimbulkan risiko jika digunakan secara tidak tepat. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk mulai beralih ke bahan alternatif yang lebih aman, seperti wadah berbahan kaca, daun, stainless steel, atau bahan ramah lingkungan lainnya.
“Ini sebetulnya menjadi momen karena plastik ini secara kesehatan ya tidak lebih sehat. Lebih sehat kalau tidak menggunakan plastik,” imbuhnya.
Selain itu, Wali Kota Aaf juga menyoroti dampak jangka panjang plastik terhadap lingkungan. Ia mengingatkan bahwa sampah plastik membutuhkan waktu puluhan tahun untuk terurai, sehingga menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran lingkungan, termasuk di wilayah pesisir seperti Kota Pekalongan.
Dengan kondisi tersebut, ia terus mendorong berbagai upaya pengurangan sampah plastik, baik melalui edukasi kepada masyarakat, kampanye penggunaan kantong belanja ramah lingkungan, hingga penguatan peran bank sampah dan pengelolaan limbah berbasis masyarakat.
Wali Kota Aaf juga mengajak pelaku usaha, khususnya di sektor kuliner dan perdagangan, untuk ikut ambil bagian dalam gerakan ini. Ia berharap, para pelaku usaha dapat mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan berinovasi menggunakan kemasan yang lebih ramah lingkungan.
“Kita semua harus menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Ini saatnya kita bersama-sama beralih ke kebiasaan yang lebih baik, lebih sehat, dan tentu saja lebih peduli terhadap lingkungan,” tegasnya.
Melalui momentum kenaikan harga plastik ini, pihaknya optimistis kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan dapat semakin meningkat.
“Dengan langkah kecil yang dilakukan secara bersama-sama, diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan generasi mendatang,”pungkasnya.








