
PEKALONGAN, mediapekalongan – Usulan Pemkot Pekalongan terkait bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk korban banjir ke Badan Pangan Nasional (Bapanas) diakomodir 100 persen.
Atas usulan dimaksud, Perum Bulog Kantor Cabang Tegal menyalurkan bantuan CBP sebanyak 13.195 kilogram atau 13,195 ton untuk mendukung penanganan bencana banjir di Kota Pekalongan.
Penyaluran bantuan CBP tersebut diserahkan Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, Agung Rochman kepada Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid, di Kantor BPBD Kota Pekalongan, Jumat 30 Januari 2026.
Walikota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid menyampaikan bahwa seluruh pengajuan bantuan CBP sebesar 13,195 ton telah dipenuhi. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu, mengingat status tanggap darurat banjir di Kota Pekalongan diperpanjang hingga 13 Februari 2026 akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
Status tanggap darurat banjir sebelumnya ditetapkan selama 14 hari, mulai 17 hingga 30 Januari 2026, dan diperpanjang seiring kondisi cuaca yang belum membaik. Sebanyak kurang lebih 500 warga terdampak banjir di Kota Pekalongan saat ini juga masih berada di sejumlah posko pengungsian.
“Cuaca memang belum stabil, bahkan pagi tadi masih turun hujan. Bantuan beras dimaksud akan segera kami salurkan, terutama untuk mendukung dapur-dapur umum di lokasi pengungsian dengan jumlah warga terdampak terbanyak, seperti di Kelurahan PKK dan Eks Kelurahan Kraton Kidul,” jelas Wali Kota yang akrab disapa Aaf.
Aaf menambahkan, kebutuhan beras bagi warga terdampak telah tercukupi melalui CBP. Sementara kebutuhan logistik lainnya akan didukung melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta Belanja Tak Terduga (BTT) Pemkot Pekalongan.
Sementara, Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tegal Agung Rochman menjelaskan, penyaluran CBP untuk penanggulangan bencana alam dan keadaan darurat ini merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan guna memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak banjir.
Ia menegaskan bahwa pengelolaan CBP memang antara lain dipersiapkan untuk kondisi darurat, termasuk penanggulangan bencana. “Ini merupakan salah satu penugasan Bulog, yakni menyerap produksi dalam negeri, mengelola cadangan pangan pemerintah, dan menyalurkannya, salah satunya untuk penanganan bencana. Selain itu juga untuk stabilisasi harga dan program penyaluran pemerintah lainnya,” terang Agung.
Baca Juga:Atasi Pengungsi, Pemkab Lakukan Pergeseran Anggaran DTT
Agung menambahkan, sebelumnya Bulog juga telah menyalurkan bantuan CSR berupa beras premium masing-masing 1 ton untuk Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang sebagai langkah awal penanganan bencana banjir di wilayah Pekalongan Raya.
Menurut Agung, pemerintah daerah dapat mengajukan permohonan CBP kepada Bapanas apabila terjadi bencana. Selanjutnya, Bapanas akan menugaskan Bulog untuk menyediakan dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan daerah terdampak.
Selain bantuan CBP, Agung memastikan bahwa kondisi ketahanan pangan di wilayah kerja Bulog Tegal dalam keadaan aman. Saat ini, stok beras di gudang-gudang Bulog Cabang Tegal mencapai sekitar 60.000 ton, dan bisa mencukupi untuk kebutuhan penyaluran hingga pertengahan tahun ini.
Ditambah lagi, dalam satu-dua bulan ke depan akan memasuki masa panen raya, yang mana akan diserap secara maksimal oleh Bulog sehingga stok cadangan beras akan bertambah. “Masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras, termasuk di Kota Pekalongan,” tambahnya.






