Beranda PEMKOT PEKALONGAN Pemkot Pekalongan Kerahkan 20 Dapur SPPG untuk Bantu Pengungsi Banjir

Pemkot Pekalongan Kerahkan 20 Dapur SPPG untuk Bantu Pengungsi Banjir

26
0
DAMPINGI KUNJUNGAN : Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, mendampingi Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, saat berkunjung ke Kota Pekalongan. Foto : (mediapekalongan.com/dok)

PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengerahkan 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan kebutuhan makan ribuan pengungsi banjir tetap terpenuhi.Menyusul banjir besar akibat limpasan Sungai Bremi dan Meduri yang masih merendam sejumlah wilayah hingga Senin 19 Januari 2026.

Wali Kota Pekalongan H.A. Afzan Arslan Djunaid menyebutkan, banjir kali ini yang terbesar sejak 2021. Meski jumlah kelurahan terdampak menurun signifikan dari sekitar 20 kelurahan pada 2021, menjadi delapan kelurahan pada 2026. Bahkan, luas dan dampak genangan justru lebih berat.

“Wilayah Pekalongan Utara dampaknya sudah berkurang sekitar 80 persen, Pekalongan Timur sekitar 50 persen. Namun di wilayah Barat, khususnya sepanjang aliran Sungai Bremi dan Meduri, dampaknya masih sangat luar biasa karena belum ada penanganan khusus,” kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.

Untuk menjamin ketersediaan pangan di lokasi pengungsian, Pemkot Pekalongan menggandeng sekitar 20 dapur SPPG. Setiap dapur menyuplai rata-rata 300 porsi makanan per hari, di luar jatah untuk siswa.

“Ini bukan pengalihan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini murni bantuan kemanusiaan bagi korban banjir. Penyalurannya satu pintu melalui Dinas Sosial atau langsung ke titik pengungsian,” tegasnya.

Hingga Senin pagi 19 Januari 2025, jumlah pengungsi tercatat sekitar 2.400 jiwa. Angka tersebut belum termasuk warga terdampak yang memilih bertahan di rumah, namun tetap membutuhkan bantuan logistik dan makanan siap saji.

Selain meninjau pengungsian di Masjid Al-Karomah, rombongan Pemkot Pekalongan juga mengecek kondisi pengungsi di SD Negeri Tirto 03 serta Aula Kecamatan Pekalongan Barat yang menjadi lokasi pengungsian terbesar.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto menjelaskan, banjir dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Kota Pekalongan sejak Jumat malam 16 Januari 2026 hingga Minggu malam 18 Januari 2026, disertai angin kencang.

“Hujan juga terjadi di wilayah selatan Kota Pekalongan. Daya tampung daerah aliran sungai penuh sehingga air melimpas ke wilayah kota yang konturnya lebih rendah,” jelas Budi.

BPBD mencatat, sedikitnya 8.692 kepala keluarga terdampak banjir di empat kecamatan, yakni Pekalongan Barat, Timur, Selatan, dan Utara.

Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 100 sentimeter, dengan Pekalongan Barat sebagai wilayah terparah, terutama di Kelurahan Tirto, Podosugih, Sapuro Kebulen, dan Bendan Kergon.

Untuk penanganan darurat, BPBD bersama lintas sektor membuka 24 titik pengungsian di aula kecamatan, masjid, musala, sekolah, hingga fasilitas umum.

Selain evakuasi, petugas juga melakukan patroli kesiapsiagaan, pendataan kebutuhan logistik, serta koordinasi intensif dengan TNI, Polri, OPD, dan relawan kebencanaan.

“Kami mengaktifkan posko kebencanaan dan melibatkan seluruh unsur agar penanganan darurat berjalan optimal dan kebutuhan pengungsi terpenuhi,” pungkasnya.

Artikulli paraprakWalikota Pekalongan Ajukan Bantuan Modifikasi Cuaca ke Pemprov Jateng
Artikulli tjetërPemkot Pekalongan Pastikan Layanan Kesehatan–Pendidikan Aman, Ditengah Situasi Efisiensi Anggaran

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini