Beranda KOTA PEKALONGAN Bulog Tegal Bantu 3 Ton Beras Bagi Korban Banjir di Pekalongan dan...

Bulog Tegal Bantu 3 Ton Beras Bagi Korban Banjir di Pekalongan dan Pemalang

32
0
BANTUAN : Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, Agung Rochman menyerahkan beras bantuan korban banjir kepada Kalakhar BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto, dikantor BPBD setempat, Jumat 23 Januari 2026. Foto : (mediapekalongan.com/dok)

PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Perum Bulog Kantor Cabang Tegal menyalurkan bantuan 3 ton beras premium untuk membantu penanganan logistik warga terdampak banjir di wilayah Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang.

Di Kota Pekalongan, bantuan diserahkan langsung oleh Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, Agung Rochman, dan secara simbolis diterima oleh Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, di Kantor BPBD setempat, Jumat 23 Januari 2026. Bantuan akan didistribusikan oleh BPBD kepada warga yang terdampak banjir.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, Agung Rochman menjelaskan bahwa masing-masing wilayah menerima 1 ton beras premium dalam kemasan 5 kilogram sebanyak 200 kantong. Dikatakan, bantuan dimaksud merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) Bulog untuk meringankan beban logistik warga.

“Kami dari Bulog Kantor Cabang Tegal pada saat ini mendistribusikan beras sebanyak 1 ton beras premium untuk membantu korban banjir yang ada di Kota Pekalongan. Selain itu, kami juga mendistribusikan bantuan serupa masing-masing 1 ton untuk Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Pemalang, sehingga total ada 3 ton beras premium yang disalurkan hari ini,” terang Agung Rochman.

Bantuan sengaja disalurkan melalui BPBD untuk memastikan pendistribusian tepat sasaran kepada korban bencana.
“Ini wujud nyata Bulog dalam membantu penanganan korban bencana. Sebelumnya, hal serupa juga dilakukan secara nasional saat bencana melanda wilayah Sumatera,” imbuh Agung.

Dalam kesempatan itu, Agung Rochman juga menyampaikan bahwa Bulog mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan bencana alam. Pemerintah daerah dapat mengajukan permohonan Cadangan Beras Pemerintah untuk kebutuhan penanganan bencana kepada Badan Pangan Nasional.

“Nantinya Badan Pangan Nasional akan menugaskan Bulog untuk menyediakan CBP untuk wilayah kota, kabupaten, atau provinsi yang terdampak sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan,” tandasnya.

Sementara, Kalakhar BPBD Kota Pekalongan, Budi Suheryanto, menyampaikan apresiasi mendalam atas gerak cepat Bulog. Rencananya, beras tersebut akan segera didistribusikan ke titik-titik krusial di masyarakat. “Atas nama Pemerintah Kota Pekalongan, Wali Kota, dan seluruh jajaran, kami mengucapkan terima kasih kepada Bulog atas CSR berupa bantuan 1 ton beras premium ini,” katanya.

Budi menjelaskan, bantuan beras tersebut akan disalurkan ke 95 dapur umum mandiri yang tersebar di masyarakat, di luar dapur umum resmi yang sudah ada.

Berdasarkan data hingga Kamis, 22 Januari 2026 malam, jumlah pengungsi di Kota Pekalongan mencapai 2.231 jiwa yang tersebar di 27 titik pengungsian. Namun, BPBD menaruh perhatian khusus pada warga terdampak yang tidak mengungsi dan tidak memiliki dapur umum.

“Kami sedang mendata warga yang terdampak banjir tapi tidak mengungsi dan tidak punya dapur umum. Tadi sudah koordinasi dengan Pak Dandim untuk yang tidak mengungsi dan juga tidak membuat dapur umum nanti akan ditangani oleh Kodim,” tuturnya.

Meski bantuan beras sudah mulai mengalir, Budi menekankan bahwa warga masih membutuhkan berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk menunjang kebutuhan sehari-hari di tengah situasi banjir. “Kami sebenarnya masih sangat membutuhkan bantuan berupa mi instan, telur, minyak goreng, gula pasir, obat-obatan, hingga popok bayi. Kami mengimbau jika ada pihak yang ingin menyalurkan CSR, bisa langsung melalui BPBD,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, banjir di Kota Pekalongan kali ini terutama disebabkan oleh limpasan Sungai Bremi dan Sungai Meduri akibat hujan intensitas sedang hingga tinggi yang disertai angin kencang sejak Jumat malam, 16 Januari 2026.

Hal ini menyebabkan air sungai meluap ke wilayah Kota Pekalongan yang memiliki kontur cekung, serta menggenangi permukiman warga sekitarnya. BPBD mencatat, sekitar 8.692 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Genangan banjir merendam sejumlah wilayah kecamatan, terparah di Pekalongan Barat, dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 80 sentimeter.

Hingga saat ini, sebagian wilayah masih tergenang sehingga warga belum dapat kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah daerah bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat terus berupaya melakukan penanganan darurat sambil menunggu kondisi air benar-benar surut.

Wali Kota Pekalongan, H Achmad Afzan Arslan Djunaid sendiri, telah menetapkan status tanggap darurat banjir atas kondisi bencana banjir yang terjadi di Kota Pekalongan. Status tanggap darurat banjir ini berlaku selama 14 hari, mulai 17 Januari sampai 30 Januari 2026 dan dapat diperpanjang.

 

Artikulli paraprakMenteri Perhubungan dan Wali Kota Pekalongan Tinjau Jalur Kereta Terdampak Banjir, Pastikan Perjalanan Penumpang Aman
Artikulli tjetërHarlah ke-52 RA Muslimat NU Banyurip Ageng. Wakil Walikota Balgis : Tingkatkan Kompetensi dan Profesionalisme dalam Mendidik Anak-Anak

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini