Beranda KOTA PEKALONGAN Atasi Sampah Pekalongan, PKK Jateng Luncurkan Mustika Darling

Atasi Sampah Pekalongan, PKK Jateng Luncurkan Mustika Darling

122
0
PELUNCURAN MUSTIKA DARLING : Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, meluncurkan Mustika Daring di Gedung PC Muslimat NU Kota Pekalongan, baru-baru ini. Foto : (mediapekalongan.com/dok)

PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Kota Pekalongan yang kini berstatus darurat sampah mendorong lahirnya gerakan Muslimat Cantik Sadar Lingkungan (Mustika Darling). Program ini resmi diluncurkan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, di Gedung PC Muslimat NU Kota Pekalongan, baru-baru ini.

Mustika Darling digagas untuk menggerakkan perempuan Muslimat NU agar berperan aktif mengatasi persoalan sampah rumah tangga. Gerakan ini juga diharapkan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam menjaga lingkungan dan menghadapi krisis iklim.

Peluncuran Mustika Darling dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. Acara ini dihadiri Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab, Ketua PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya, serta Ketua PC Muslimat NU Kota Pekalongan Nur Khikmah.

Nawal berharap Muslimat NU dapat mendorong terbentuknya bank-bank sampah hingga tingkat ranting. “Gerakan-gerakan kesadaran lingkungan ini terus dikembangkan,” kata dia usai peluncuran.

Ia menambahkan, PKK Jateng siap bersinergi melalui program Gemah Ripah (Gemar Olah Sampah, Rizki Keluarga Melimpah). Program ini mengajarkan keluarga menjadikan sampah bernilai ekonomi lewat bank sampah.

Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya, menyambut baik langkah tersebut. Menurutnya, bank sampah sudah tersedia di setiap RW, tinggal dimaksimalkan oleh masyarakat.

“Ini hal yang penting, pilah sampah organik dan anorganik. Sampah yang anorganik ini bisa disetorkan ke bank-bank sampah di Kota Pekalongan,” kata Inggit.

Sementara, Ketua PC Muslimat NU Kota Pekalongan, Nur Khikmah, menegaskan, pihaknya akan mengakselerasi program Mustika Darling. Relawan ditargetkan membentuk minimal satu bank sampah di setiap anak ranting.

Pemkot Pekalongan sendiri telah menetapkan status darurat sampah sejak 21 Maret-21 September 2025. Melalui program ini, diharapkan Muslimat NU dapat menjadi garda terdepan mengatasi persoalan lingkungan di daerahnya.

Artikulli paraprakSulap Sampah Jadi BBM, Dari Minyak Tanah Hingga Premium
Artikulli tjetërKampung Wajar 13 Tahun Diluncurkan di Pos PAUD Bougenville Klego, Upaya Menyeluruh Menuju Satu Tahun Wajib PAUD

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini