
PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus memperkuat sinergi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mewujudkan layanan publik yang lebih efektif, transparan, dan berbasis Big Data.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Wali Kota Aaf saat menghadiri Seminar Batik bertema “Pemanfaatan Big Data dalam Mendukung Kebijakan Pemerintah” yang digelar oleh BPS Kota Pekalongan secara hybrid di Kampus Universitas Pekalongan (Unikal), Senin 29 Oktober 2025.
Wali Kota Aaf menyampaikan apresiasi atas kerja sama erat yang telah terjalin dengan BPS, terutama dalam penyediaan data statistik akurat untuk berbagai sektor pembangunan, seperti pertanian, angka kemiskinan, dan tingkat pengangguran. Menurutnya, keberadaan Big Data kini menjadi kebutuhan mendesak bagi pemerintah daerah.
“Alhamdulillah selama ini kerja sama dan sinergi kami dengan BPS berjalan lancar. Big Data ini menjadi penting karena pascainsiden anarkis 30 Agustus 2025 lalu yang menyerang beberapa unit kerja di Pemkot, termasuk Bagian Umum, Inspektorat, Sekretariat Daerah, Bagian Kesra, hingga DPRD, dimana data-data di komputer dan laptop banyak yang dirusak, dibakar, bahkan dijarah. Hal ini tentu mengganggu pelayanan internal maupun ke masyarakat. Dengan Big Data, kita bisa lebih siap menghadapi situasi semacam itu,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah untuk memperkuat sistem pengelolaan data ke depan.
“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar. Semoga tidak ada kejadian luar biasa lagi. Kita berusaha semaksimal mungkin dengan BPS agar suasana Kota Pekalongan tetap adem, ayem, damai, dan pelayanan kepada masyarakat bisa terus optimal,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Pekalongan, Hayu Wuranti, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan seri kedua dari rangkaian kegiatan Hari Statistik Nasional (HSN) Tahun 2025 yang diperingati setiap 26 September. Tahun ini, HSN mengusung tema “Statistik Berdampak untuk Indonesia Maju.”
“Di era digital, data adalah aset yang sangat berharga. Big Data tidak hanya relevan, tetapi sudah menjadi sebuah keharusan. Potensinya luar biasa untuk mentransformasi kebijakan publik menjadi lebih akurat, tepat sasaran, dan berbasis bukti. Melalui seminar ini, kita ingin menggali bagaimana data yang masif dapat diolah menjadi insight yang cerdas untuk mendukung kebijakan pemerintah, khususnya di Kota Pekalongan,” jelas Hayu.
Ia menegaskan bahwa, tujuan utama pemanfaatan Big Data adalah peningkatan kualitas layanan publik kepada masyarakat.
“Kami berharap diskusi ini bisa menjadi pemantik kolaborasi dan inovasi antara semua pemangku kepentingan,” tambahnya.
Lanjutnya, sebagai bentuk apresiasi, BPS Kota Pekalongan juga memberikan penghargaan kepada sejumlah mitra kerja yang dinilai konsisten mendukung kinerja statistik. Untuk kategori OPD, juara 1 diraih Dinperinaker, juara 2 Dindik, dan juara 3 Dinkominfo. Sedangkan untuk kategori kelurahan, juara 1 diraih Kelurahan Kuripan Yosorejo, juara 2 Medono, dan juara 3 Setono.
“Penghargaan juga diberikan kepada para responden survei serta mitra BPS yang terlibat aktif dalam mendukung kegiatan statistik sektoral. Menurut Hayu, apresiasi ini diharapkan bisa memotivasi kolaborasi yang lebih erat antara BPS dengan berbagai pihak di daerah,”terangnya.
Lebih lanjut, Hayu mengungkapkan bahwa pada tahun depan BPS akan menyelenggarakan Sensus Ekonomi Nasional (SE) 2026. Kegiatan ini menjadi momentum besar untuk mencatat kondisi perekonomian nasional secara menyeluruh.
Untuk menyukseskan SE2026, BPS sangat membutuhkan kolaborasi dengan mitra statistik, pemerintah daerah, pelaku usaha, asosiasi, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Dengan semangat bersama, kami percaya SE2026 tidak hanya akan menjadi catatan statistik, tetapi juga warisan berharga bagi pembangunan ekonomi Indonesia ke depan. Sinergi antara Pemkot dan BPS, diharapkan pengelolaan data di Kota Pekalongan semakin kuat, terintegrasi, dan berdampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,”tukasnya.







