
PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) XIX Tahun 2025 di Gedung Aswaja, Kota Pekalongan, pada Jumat, 11 Juli 2025, dengan mengusung tema “Mengusung Khidmah Jamiyyah untuk Melayani Membangun Peradaban.”
Dalam Konfercab ini, akan dipilih Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah untuk memimpin PCNU Kota Pekalongan masa khidmah 2025–2030, sekaligus menyusun program lima tahun ke depan.
Konfercab XIX PCNU Kota Pekalongan Tahun 2025 dibuka oleh Katib Syuriah PBNU KH Nurul Yaqin Ishaq, mewakili Ketua Umum PBNU. Beliau hadir di Konfercab PCNU Kota Pekalongan bersama Wakil Sekjen PBNU, HM Silahudin.
Usai pembukaan, rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan Sidang Pleno Tata Tertib Konfercab, Sidang Pleno Laporan Pertanggungjawaban PCNU Kota Pekalongan, lalu Sidang Pleno oleh Komisi-Komisi.
Pada malam harinya, akan dilanjutkan Sidang Pleno AHWA, dilanjut dengan Sidang Pleno Pemilihan Ketua PCNU.
Ketua Panitia Konfercab, Dr KH Hasan Suaidi, menyampaikan bahwa Konfercab merupakan forum permusyawaratan tertinggi di tingkat cabang dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Yang mana, Konfercab NU memiliki agenda utama yakni menyusun program kerja untuk periode berikutnya, memilih pengurus baru, serta menjawab persoalan keumatan melalui Bahtsul Masail Diniyah maupun Qonuniyah.
“Pelaksanaan Konfercab ini juga merupakan hasil rapat pleno PCNU Kota Pekalongan atas persetujuan PBNU,” katanya.
Kiai Hasan menambahkan, Konfercab ke-19 PCNU Kota Pekalongan ini mengambil tema Meneguhkan Khidmah Jamiyah untuk Melayani Umat dan Membangun Peradaban.
“Melalui Konfercab ini diharapkan semakin meneguhkan NU sebagai jamiyah untuk melakukan misi riayatul ummah dalam rangka membangun peradaban,” tuturnya.
Dia juga melaporkan bahwa Konfercab diikuti oleh empat Musyawarah Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), 47 Pengurus Ranting NU (PRNU), 18 lembaga PCNU, dan 12 Badan Otonom NU se-Kota Pekalongan. Selain itu, dihadiri perwakilan dari perguruan tinggi, madrasah, sekolah, dan pondok pesantren di Kota Pekalongan.
Kiai Hasan mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaannya, Konfercab akan membahas berbagai hal oleh empat Komisi. Mulai dari Komisi Organisasi, Komisi Rekomendasi, Komisi Program, dan Komisi Bahtsul Masail.
Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan (caretaker), KH Sarmidi Husna, M.A., menjelaskan bahwa PCNU Kota Pekalongan saat ini dalam posisi ‘caretaker’. PCNU Kota Pekalongan caretaker ini berjalan sejak kurang lebih tiga bulan lalu.
“Kenapa di-caretaker? Sebenarnya karena tidak ada masalah, melainkan karena urusan administrasi. Itu lantaran ketuanya berhalangan, dan Rais Syuriyah wafat, sehingga terjadi kekosongan kepemimpinan,” katanya.
Dirinya berpesan bahwa Konfercab ini merupakan forum untuk silaturahim, sekaligus sebagai momen untuk muhasabah atau introspeksi diri.
“Melalui kesempatan ini, saya mengajak bahwa konferensi kali ini jangan fokus pada pemilihan saja, tetapi juga membangun konsensus apa yang akan dikerjakan oleh NU pada lima tahun ke depan,” ajaknya.
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, Dr KH Abdul Ghofar Rozin, menuturkan bahwa Konfercab memang harus segeta dilaksanakan agar kerja-kerja keumatan bisa berlanjut dan disegerakan.
Apalagi, kondisi NU sekarang ini ada dalam satu dinamika organisasi. Dari PBNU, PWNU, PCNU, MWC, sampai Ranting berjalan secara dinamis. Salah satunya perkembangan Peraturan Perkumpulan (Perkum) NU, selalu berkembang dan ada perubahan.
“Oleh karena itu mari kita senantiasa secara rutin mengkaji Perkum-Perkum khususnya ketika PBNU selesai melakukan Konbes ataupun Munas. Perubahan-perubahan serta implikasi dari perubahan itu apa saja harus kita kaji dsn ikuti agar PWNU dan PCNU bisa mengantisipasinya dengan baik,” ungkapnya.
Dia juga menjelaskan, berkaitan dengan tema yang diangkat, garis besar khidmah Jamiyah NU selain mempertahankan dan mengembangkan ideologi Ahlussunah Waljamaah, juga memberikan pelayanan dalam empat hal keumatan. Meliputi pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan, dakwah, dan ekonomi.
Gus Rozin, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa kelebihan yang dimiliki PCNU Kota Pekalongan adalah khidmah ekonomi. Tidak banyak PCNU yang memiliki gedung megaj seperti yang dimiliki PCNU Kota Pekalongan yang hanya memiliki empat MWC.
“Oleh karena itu dengan kelebihan ini, mari jadikan modal dasar untuk dikembangkan terus, terumata di tiga bidang lain dan ditularkan kepada PCNU-PCNU lain,” katanya.






