MAHASISWA kerap dipandang sebagai agen perubahan. Dalam hal pembangunan masyarakat, peran mereka menjadi sangat signifikan. Mereka memiliki potensi yang besar untuk menghadirkan inovasi dan gagasan baru dalam pengembangan desa melalui berbagai aspek kehidupan, khususnya di desa yang berada di daerah pelosok. Mahasiswa dapat memainkan peranan penting dalam menciptakan dan memperkenalkan identitas khas desa tersebut (Sari dan Nugroho, 2022). Salah satu wadah yang mendukung misi ini adalah Organisasi Ekspedisi Pelosok Negeri, yang mengajak para relawan untuk berperan aktif dalam menyebarkan semangat kebaikan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Perkenalkan, saya M. Shidqul Wafa yang akrab dipanggil Wafa, mahasiswa program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Saya ingin berbagi pengalaman saat mengikuti program relawan pengabdian masyarakat bertajuk “Ekspedisi Pelosok Negeri batch 6” yang berada dibawah naungan Yayasan Literasi Lumbung Lombok. Melalui program pemberdayaan masyarakat, para delegasi diajak untuk berkontribusi dalam 4 bidang pokok, yaitu bidang pendidikan, kesehatan, sosial lingkungan, serta ekonomi dan pariwisata. Pada pengabdian ini, saya bergabung pada divisi pendidikan bersama 8 orang lainnya dari total delegasi sebanyak 25 orang yang terdiri dari mahasiswa dan kalangan umum dari berbagai daerah di Indonesia.
Pengabdian masyarakat oleh Ekspedisi Pelosok Negeri dilaksanakan selama satu pekan pada tanggal 27 Desember 2024-3 Januari 2025 di Desa Igirmranak, Kabupaten Wonosobo. Igirmanak adalah desa yang mengusung konsep permakultur sebagai identitas utamanya. Di desa ini, terdapat berbagai fasilitas pendukung seperti kebun permakultur, warung permakultur, kandang domba, kandang ayam, kolam, serta gedung untuk pengolahan pupuk organik. Selain itu, desa ini juga memiliki potensi wisata menarik, seperti pemandangan sunrise di Gunung Prau yang terlihat dari Bukit Roto Dowo, serta menawarkan jalur pendakian yang paling singkat.
Setiap tahun, Desa Igirmanak menggelar acara Merti Bumi yang dimeriahkan dengan pertunjukan sendra tari Merti Bumi. Di samping itu, ada juga kegiatan rutin seperti latihan gamelan untuk anak-anak, geguritan, dan edukasi di bidang pertanian. Untuk mencapai Desa Igirmranak, terdapat dua jalur utama yang bisa dilalui, yaitu melalui dataran tinggi Dieng dan Kabupaten Temanggung. Desa ini terletak di lereng Gunung Prau yang sudah familiar di telinga para pendaki karena keindahan alamnya.
Pembukaan pengabdian Ekspedisi Pelosok Negeri dihadiri langsung oleh jajaran tokoh yang ada di Wonosobo, diantaranya Sekda Kabupaten Wonosobo, Camat Kejajar, Kepala desa Igirmranak, serta Kepala Diskominfo Kabupaten Wonosobo. Selama di Desa Igirmranak kami melaksanakan beberapa program kerja, misalnya dari divisi sosial lingkungan mengadakan clean-up desa dan sosialisasi pemilahan sampah, serta pengelolaan pupuk organik bersama ibu rumah tangga. Divisi kesehatan mengadakan penyuluhan pencegahan stunting, pentingnya menjaga kesehatan gigi dan bahaya merokok serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Divisi ekonomi pariwisata mengadakan pembuatan e-katalog pariwisata, pelatihan konten kreator dan marketplace UMKM yang ada di Igirmranak, serta pembuatan plang 7 sapta pesona di jalur pendakian gunung prau yang merupakan kolaborasi bersama kelompok sadar wisata setempat. Sedangkan dari divisi pendidikan melaksanakan program kerja bertajuk ‘bakat berkilau’ untuk mengembangkan potensi anak-anak, membuat pojok baca sebagai perpustakaan desa, pembelajaran berbasis konseptual, serta ‘hospitality’ untuk mengenalkan anak-anak pada bahasa inggris dan bagaimana memberikan layanan yang ramah kepada para pengunjung di Desa Igirmranak.
Kami sangat berterima kasih atas antusiasme yang luar biasa dari anak-anak dan masyarakat Desa Igirmranak yang dengan semangat mengikuti setiap kegiatan yang kami adakan, sehingga pengabdian ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana. Setelah satu pekan melaksanakan kegiatan, para relawan mengadakan acara penutupan sekaligus perpisahan dengan seluruh masyarakat Desa Igirmranak. Keesokan harinya, kami melanjutkan kegiatan dengan melakukan perjalanan ke beberapa tempat wisata di Wonosobo, seperti Kawasan candi Arjuna dan candi Setyaki, Batu pandang ratapan angin, dan Telaga menjer hingga kembali ke meeting point di Kota Yogyakarta.
Perjalanan sebagai relawan di Wonosobo telah berakhir, tetapi saya tidak akan berhenti di sini. Saya akan terus berkomitmen untuk mengabdi kepada Indonesia di waktu dan kesempatan lainnya. Begitulah cerita saya sebagai relawan Ekspedisi Pelosok Negeri batch 6. Rasanya sangat menyenangkan dapat bergabung dalam program ini, karena melalui program ini, saya memperoleh banyak pengetahuan dan pengalaman yang sangat berkesan. Terima kasih atas segala hal yang telah diberikan.
*** M. Shidqul Wafa (Mahasiswa Prodi PGMI UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan)








