
PEKALONGAN, mediapekalongan.com – Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid mendampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR, Dr. Dwi Purwantoro, S.T., M.T., dalam kegiatan peninjauan Sungai Bremi, Kamis malam (22/01/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan banjir dan genangan air di kawasan permukiman warga.
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen SDA menyampaikan bahwa pemerintah pusat melalui Ditjen SDA memberikan dukungan nyata berupa bantuan dua unit pompa air berkapasitas 500 liter per detik. Pompa tersebut akan difungsikan untuk membantu proses pengeringan genangan air, khususnya saat kondisi pasang air laut maupun curah hujan tinggi.
Lebih lanjut, Dwi Purwantoro menjelaskan bahwa ke depan penanganan banjir akan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan melalui pembangunan sistem folder. Sistem ini dirancang berbasis kluster, di mana air dari permukiman akan dikumpulkan melalui saluran collector drain, kemudian dikeluarkan menggunakan pompa.
Dengan mekanisme tersebut, air dapat dibuang secara efektif meskipun dalam kondisi pasang atau hujan ekstrem. Ia juga menegaskan bahwa pada tahun anggaran berjalan telah dialokasikan dana sebesar Rp37 miliar untuk pengendalian banjir di Sungai Bremi dan Sungai Meduri.
“Secara keseluruhan, kebutuhan anggaran penanganan banjir di kawasan ini mencapai sekitar Rp600 miliar. Namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal, penanganan difokuskan pada sekitar dua kilometer sungai dari arah muara dengan anggaran Rp37 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan pemerintah pusat. Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat guna mempercepat penanganan banjir di Kota Pekalongan.
“Alhamdulillah, Pak Dirjen dan jajaran BBWS hadir langsung meninjau kondisi di lapangan. Kami mendorong percepatan penanganan banjir di Kota Pekalongan agar masyarakat segera merasakan dampaknya,” tutur Afzan.






